Cari di Sini

Selasa, 01 Maret 2011

Kasus-kasus Kanker


Bukti dari laboratorium menyebabkan kian mencorongnya pamor keladitikus dalam setahun terakhir. “Saya melihat masyarakat frustasi atas pengobatan kimia.
Obat kimia menjanjikan kesembuhan luar biasa, tetapi menimbulkan efek samping pada jangka panjang. Deposit obat kimia yang tak dieliminasi tubuh mempengaruhi kualitas darah dan kesehatan seseorang,” kata Ali Mashuda SSi Apt, apoteker lulusan Universitas Gadjah Mada.

Dampaknya, muncul berbagai penyakit baru. Setelah obat-obatan kimiawi tak kunjung menyembuhkan, pasien berharap kesembuhan dengna konsumsi herbal seperti keladitikus.
Keladitikus pertama kali mencuat setelah Sri Hatmini Patoppoi sembuh dari kanker payudara stadium III pada 2000. Semula Patoppoi Pasau-Suami Sri Hatmini-berupaya mencari pengobatan alternative. (Kisah sembuh Sri Hatmini pernah dipublikasikan Trubus edisi September 2000).

Patoppoi kemudian mendapatkan informasi mengenai penggunaan teh lin qi di Malaysia untuk mengobati kanker. Saat itu ia langsung ke Malaysia untuk membeli teh tersebut. Di sebuah took obat di sana, secara tidak sengaja ia melihat dan membaca buku mengenai pengobatan kanker yang berjudul Cancer, Yet They Live karangan Dr Chris K.H. Teo terbitan 1996.

Setelah membaca buku sekilas, ia langsung membeli buku itu dan batal membeli the lin qi. Di bab 7 halaman 86 buku itu, Patoppoi membaca khasiat Typhonium flagelliforme sebagai antikanker.

Di Malaysia, keladitikus popular setelah Chris KH Teo membantu mengobati Benedict Yeoh, pengidap kanker lever yang akhirnya sembuh. Berita kesembuhan itu cepat menyebar sehingga banyak yang dating ke rumahnya di Penang, Malaysia.
Ketika tiba di Jakarta, patoppoi memberikan air rebusan umbi keladitikus kepada istrinya yang akhirnya lolos dari maut setelah rutin mengonsumsi tanaman obat itu. Sejak itulah keladitikus menjadi bahan pembicaraan.

Trubus kembali menemui Sri Hatmini pada 16 April 2009. Ia tampak bugar pada usianya yang akan genap 70 tahun pada bulan ini. Setelah sembuh kanker payudara, perempuan kelahiran Temanggung, Jawa Tengah, 25 Juni 1939 itu membantu penyembuhan pasien beragam kanker.

Setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu, pasien kanker dari berbagai kota seperti Medan, Pekanbaru, dan Manado, mengalir ke rumahnya di Kayuputih, Jakarta Timur.

Pada “jam praktek” pukul 08.00-12.00 ia menerima 20-30 pasien setiap hari. Jumlah itu meningkat pesat ketimbang pasien yang dating pada tahun pertama setelah ia sembuh. Saat itu Cuma beberapa pasien yang berkunjung. Sri Hatmini memberikan ekstrak umbi keladitikus pada para pasien. Dalam 2 hari, 50 botol masing-masing berisi 50 kapsul diminta pasien.
(Majalah Trubus, Juni 2009)

Untuk mendapatkan kapsul keladitikus, hubungi 081288851177
per botol Rp 50.000 isi 80 kapsul.

Paket Hemat: Beli 10 Botol Hanya Rp 400.000. Hemat Rp 100.000.

ARTIKEL TERBARU
ARTIKEL TERBARU www.herbaljawa.biz

Tidak ada komentar:

Posting Komentar